Just Trust Him !!!!!!!
¡§ Gimana, Di ? ¡§
¡§ Tau dah, Ren. Gw dah terlalu bingung ngadepin kenyataan ini. Gw pasrah. Nggak tau bokap bisa sembuh lagi pa nggak.¡¨
¡§ Sabar, Di. Gw yakin Tuhan punya rencana lain dibalik semua ini.¡¨
¡§ Sabar lagi¡K. Sabar lagi, Sampe kapan Ren. Orang-orang slalu bilang kayak gitu. Apalagi yang bisa gw harapin. Smua dah gw lakuin supaya bokap gw bisa sembuh, tapi apa hasilnya, NOL BESAR!!!¡¨
¡§ Di¡K. Yang gw tau Tuhan nggak akan ngecewain kita, Just Trust Him ¡§
ĮĮĮĮĮ
Friends¡K
Gw Reno, seorang penulis lepas di berbagai media. Selama 5 tahun gw nulis, baru kali ini gw nemuin dan ngerasain suatu realita yang begitu sulit dihadapi. Asli susah n pahit banget.
You know what¡K. Sahabat baik gw yang ngalamin semuanya ini.
Semuanya dimulai 3 bulan yang lalu. Kita semua nggak nyangka dan nggak siap tuk ngadepin kenyataan waktu bokapnya Yudi, om Sadono, masuk RSdan divonis kanker otak stadium 3.
Saat itu gw bisa liat di mata Yudi kemarahan, kekecewaan, putus asa , semua jadi satu. Mata yang belum pernah gw liat sebelumnya.
Gw bisa ngerti apa yang Yudi rasain. Yudi selama ini cuma tinggal sama bokapnya dan 2 adiknya yang masih kecil. Nyokapnya udah lama meninggal sejak Yudi kelas 3 SMP. Sejak itu bokapnya yang harus mengurus dan menanggung semua kebutuhan Yudi dan adik-adiknya.
Setelah Om Sadono masuk rumah sakit, otomatis penghasilan terhenti. Beban keluarga pindah ke pundak Yudi. Yudi udah harus dikasih tanggung jawab sebesar itu, padahal dia masih kuliah semester 2.
Biaya perawatan yang luar biasa banyak dan lagi kebutuhan sehari-hari dia dan adik-adiknya ditambah biaya pendidikan untuk dia dan adik-adiknya tidaklah sedikit. Biaya yang sangat banyak itu memaksa Yudi harus menjual seluruh benda yang berada di rumah. Dan sekarang Yudi ngerasa dah frustasi dan nggak sanggup lagi.
Om Sadono, Beliau sebenarnya punya banyak impian yang hebat, seorang pekerja tangguh yang nggak pernah kekurangan uang. Semua dia bisa beli. Dia begitu sibuk membangun karirnya hingga tidak memperdulikan kesehatan tubuhnya sampai pada akhirnya dia baru sadar bahwa dia sudah tergolek lemah di ruang perawatan VIP di sebuah rumah sakit. Tubuhnya kini sedang digerogoti oleh penyakit yang sangat mematikan, KANKER.
Sekarang, om Sadono pindah ke rumah sakit murah, itupun masih nunggak pembayaran 2 minggu. Oh Tuhan¡K¡K¡K andaikan gw bisa tolong dia dan keluarganya..
Adik-adik Yudi udah minta uang sekolah, Yudi sendiripun terancam nggak bisa bayar uang semester yang harus dibayar paling lambat minggu depan. It¡¦s so hard for Yudi.
Apa yang akan temen-temen lakuin jika itu terjadi pada kehidupan temen-temen atau paling nggak apa yang akan temen-temen lakuin jika jadi gw ????
ĮĮĮĮĮ
Friends¡K
Kadang hidup itu susah untuk gw ngertiin.
Apa yang udah om Sadono bangun selama berpuluh-puluh tahun, impian yang telah terjalin indah, hancur hanya dalam 3 bulan, atau mungkin dalam sedetik.
Gw jadi inget sama tulisan gw tentang seorang mahasiswa S3 yang meninggal karena serangan jantung pas banget abis sidangnya. Itupun dia masih dalam keadaan duduk di bangku ruang sidang disertasinya. Semua bisa hilang dalam hitungan detik. Gelar doktor? Apa artinya?
Belum lama ini gw buat tulisan tentang bang Mora, mahasiswa S3 yang jadi korban penembakan di kampusnya sendiri di Virginia Tech. Ada juga mahasiswa akpol yang tinggal beberapa bulan lagi lulus ngundurin diri karna dianiaya para seniornya. Belum lagi kisahnya Aya Kito, seorang gadis Jepang berusia 15 tahun yang divonis menderita Spinocerebellar Degenerassis Ataxia. Dia meninggal di usia 25 tahun.
Sahabat¡K.
Kalo hidup sepahit itu, buat apa sih kita susah-susah sekolah, punya banyak uang, punya impian yang besar, kalo akhirnya kita nggak bisa nikmatin semua itu ? kalo boleh ngambil perkataan Salomo, ¡§.....bukankah semuanya itu kesia-siaan belaka!!! ¡§. Is that right? kalo toh kita harus pergi cepat karena kehendakNya, masih perlukah kita banyak berdoa dan berharap untuk masa depan kita ?
Friends¡K
Klo hari ini ada dari kamu yang baca tulisan ini, gw cuma mo bilang bahwa hidup itu nggak mudah. Setiap peristiwa yang gw liput, bahkan perjalanan hidup gw sendiripun kadang diluar perkiraan. Kadang menyenangkan tapi nggak sedikit juga kesedihan dan kekecewaan yang mewarnai kehidupan ini.
Saat gw pergi ke daerah konflik, ketakutan akan kematian slalu menghantui gw. Gw bisa ketembak kapan aja, bahkan pernah kematian hanya berjarak 2 cm dari kepala gw. Can u imagine that??? Buat apa gw ngelakuin semua ini, kenapa gw harus rela mati buat ini, kenapa gw memilih jalur ini¡K
Perenungan gw berakhir saat sepintas gw ngeliat tetesan darah segar mengalir dari atas salib. Ya¡K itu darah Tuhanku. Dan ketika gw mengangkat wajah gw ke atas kayu salib, Dia hanya tersenyum dan bilang ¡§Just for you my dearest son¡¨.
Sahabat¡K
Seandainya Yesus hidup sampe tua, trus punya anak dan cucu, dan mati karena tua seperti banyak orang ; Satu hal yang pasti, surga nggak bisa dipercaya. Nggak ada pengampunan, pemulihan dan masa depan.
Nggak ada inspirasi tanpa pengorbanan. Tidak ada masa depan tanpa perjuangan.
Hanya satu yang bisa ngebuat gw bisa ngelakuin semuanya ini, Yesus. I just do what Jesus wants me to do. Inspirasi terbesar, motivasi terbesar dan kekuatan terbesar gw. Klo emang gw harus mati di daerah konflik, paling enggak gw dah buat inspirasi buat jutaan orang di dunia.
Friends¡K.
Sesusah-susahnya hidup, satu hal yang harus kita yakinin Masa Depan Sungguh Ada !!!!. Bukan hanya sekadar uang, gelar, jabatan dan popularitas. Masa depan terlalu sempit dinilai dengan uang, terlalu dangkal dinilai dengan gelar dan terlalu remeh dinilai dengan popularitas.
Masa depan bukan cuma apa yang akan terjadi nantinya, tetapi juga apa yang akan gw lakuin untuk hal itu. Bagi gw yang notabene seorang penulis amatir, bukan sekedar kuantitas yang gw pengenin tetapi lebih kepada kualitas. Bukan sekedar banyak umur yang tlah gw lalui tetapi lebih kepada apa aja yang udah gw lakuin pada saat itu.
So Friends¡K.
Jika ada dari temen ¡V temen yang ngebaca ini lagi terbaring lemah di Rumah Sakit; terdiam memandang setumpuk buku SPMB; terpukul mendengar teriakan, jeritan, dan tangisan dari ruang keluarga; atau sedang menitikan air mata karena suatu sebab percayalah hal ini
Masa Depan sungguh ada,
Harapan tidak akan pernah hilang
¡K¡K..Just know Him
¡K¡KJust Trust Him !!!!!!!!
ĮĮĮĮĮ
Dengan tiba-tiba Yudi memeluk gw dan nangis sejadi-jadinya. Dalam tangisannya gw denger satu kalimat indah yang diucapkan sangat halus.
¡§Thanks Ren¡K¡K¡K¡K I will always Trust in Him¡¨
Dan mata yang gw lihat kali ini sungguh amat beda. Mata yang menunjukan adanya suatu harapan dan kepercayaan akan adanya masa depan yang pasti¡K.
¡§Thanks God¡K..¡¨ Kataku dalam hati.
Written By: Oceph & Tian_FOS
pondok renungan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment